Jumat, 12 April 2013

BERIKAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA ANAK SEJAK USIA DINI


BERIKAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA ANAK  SEJAK USIA DINI
Hakimuddin Humam*
Guru MTs. Ihyaul Islam Bolo Gresik
Guru MTs. Nurul Fatah Gedangan Gresik

Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antar keluarga, sekolah, dan masyarakat, bahkan menjadi tanggung jawab seluruh bangsa Indonesia. Karena dengan adanya pendidikan maka seseorang itu akan mempunyai pengetahuan  tentang suatu wawasan pendidikan.
            Dan awal pendidikan itu di mulai sejak anak usia dini atau sejak lahir karena pendidikan usia dini pada dasarnya berpusat pada kebutuhan anak, yaitu pendidikan yang berdasarkan pada minat, kebutuhan, dan kemampuan sang anak, oleh karena itu, peran pendidik sangatlah penting. Dan pendidik harus mampu memfasilitasi aktivitas anak dengan material yang beragam.
         Berdasarkan UUSPN (Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional) pengertian pendidikan anak usia dini adalah “suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut”. (UUSPN, 2003:4).
            Memang dengan demikian bahwa pendidikan anak itu merupakan modal terbesar yang dimiliki bangsa untuk mewujudkan cita-cita bangsa kelak. Berhasil atau tidaknya langkah yang sudah kita rintis ini sangat bergantung pada generasi penerus kita nanti. Oleh karena itu kita seharusnya sedapat mungkin mengupayakan agar si penerus ini tumbuh dan berkembang seoptimal mungkin, sehingga mereka kelak akan mampu mewujudkan apa yang diinginkan bangsa dengan tepat bahkan lebih dari apa yang kita harapkan, dan karena itulah anak sejak kecil sudah harus diberikan pendidikan (Iwan, 2001:1).
            Pendidikan anak di usia dini yang sejak mulai lahir perlu ditanamkan nilai-nilai Islam tentang ajaran Islam, sebab ajaran-ajaran Islam sangat penting dan harus dipelajari. Karena di dalam Islam telah memberikan dasar-dasar konsep pendidikan dan pembinaan anak, bahkan sejak masih dalam kandungan. Jika anak sejak dini telah mendapatkan pendidikan Islam insya Allah ia akan tumbuh menjadi insan yang mencintai Allah dan Rasul-Nya serta berbakti kepada orang tuanya. Karena itulah pentingnya pendidikan pada anak usia dini ditanamkan agar anak ketika besar dapat mengembangkan nilai-nilai ajaran Islam.
Pengertian pendidikan anak usia dini menurut Hj. Maryam Halim, dkk, adalah “suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai usia 6 tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut”. (Halim, dkk, 2005:123). Sedangkan pendidikan dini usia menurut Departemen Agama yaitu:
      Bahwa di dalam pendidikan usia dini dalam pendidikan agama sangat penting sekali artinya dimulai dari usia 0 tahun. Anak yang baru dilahirkan dengan memperdengarkan kalimat thaibah pada telinganya yaitu setelah anak dilahirkan ibunya dan dibersihkan atau dimandikan oleh bidan, lalu bayi kecil diberikan pada orang tuanya, untuk yang pertama kali orang tuanya mendengarkan kalimat thaibah (yang baik) yaitu diazankan pada telinga kanan dan qamat pada telinga kiri, tanpa membedakan apakah anak laki-laki ataupun  perempuan. Hal ini dilakukan dengan maksud bahwa kalimat yang pertama kali didengar anak dari mulut orang tuanya adalah Allahu Akbar (kalimat Tauhid). Kalimat tauhid ini diajarkan kepada anak dari dini dengan maksud akan menuntun anak dikemudian hari kepada yang mulia. Anak yang baru lahir itu belum tahu apa-apa karena di dilengkapi dengan pendengaran (telinga) dan kepadanya diperdengarkan kalimat yang baik-baik. (Depag, 2003:34).
Sebagaimana firman Allah dalam surat An-Nahl ayat 78:

                  Artinya: “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut Ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati, agar kamu bersyukur”. (Q.S.An-Nahl:78). (Depag RI, Al-Qur’an dan Terjemahnya, 1979: 413).
                                                                                                                   
            Imam Ghazali pernah memberi nasehat kepada seorang guru agar berlaku sebagai seorang ayah terhadap muridnya. Bahkan beliau berpendapat bahwa: Hak seorang guru terhadap muridnya adalah lebih besar ketimbang hak seorang ayah terhadap anaknya. Sebab seorang ayah sebagai perantara eksistensi anak di dunia fana ini, sedang sang guru sebagai sebabnya yang kekal. Karena gurulah yang menunjukkan murid kepada jalan yang mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala (Halim, dkk, 2005:3).         
Begitu besar pengaruh guru terhadap jiwa anak, sehingga segala perbuatan dan tingkah laku guru lebih mewarnai kehidupan sehari-hari anak, biasanya anak lebih menurut bila gurunya memberi nasihat daripada orang tuanya sendiri, lebih-lebih anak di bawah usia lima tahun.
            Anak didik Taman Kanak-kanak akan selalu memperhatikan setiap gerak laku guru, kemudian mencontohnya dan akan dikerjakannya setiap ada kesempatan. Sosok gurunya adalah sosok yang menjadi idola bagi anak Taman Kanak-kanak lebih banyak diwarnai oleh pribadi gurunya, karena itulah amatlah penting peranan seorang guru Taman Kanak-kanak dalam pembinaan dan pengembangan mental anak didiknya, lebih-lebih dalam masalah pendidikan agama dan budi pekerti.
            Untuk itu, seorang guru Taman Kanak-kanak harus pandai dalam segala bidang ilmu pengetahuan sehingga mereka dapat menyampaikan materi atau bahan pengajaran di dalam proses belajar mengajar setiap harinya. Di samping mereka harus menguasai metode dan teknik pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan anak (Halim, dkk, 2005:3).
            Karena Pendidikan adalah “merupakan suatu usaha sadar dan teratur serta sistematis, yang dilakukan oleh Orang-orang yang bertanggung Jawab, untuk mempengaruhi anak agar mempunyai sifat dan tabiat sesuai dengan cita-cita pendidikan“. (Amin, 1992:1).
            Kemudian berdasarkan tingkat pertumbuhan dan perkembangannya pendidikan dimulai sejak anak usia dini yang terbagi ke dalam 4 tahapan yaitu”
1)      Masa bayi usia 0-12 bulan.
2)      Masa ‘toddler’  (balita) usia 1-3 tahun.
3)      Masa Pra Sekolah usia 3-4 tahun.
4)      Masa kelas awal SD usia 6-8 tahun”. (Sopenaryo, 2004: 6).
Dan di Taman Kanak-kanak (TK) Attaraqqie, seorang guru di TK tersebut  telah memberikan pembelajaran pendidikan agama Islam pada anak usia dini. Karena pendidikan agama Islam merupakan segala usaha yang berupa pengajaran, bimbingan dan asuhan terhadap anak agar kelak setelah pendidikannya dapat memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran-ajaran agamanya serta menjadikannya sebagai way of life (jalan kehidupan) sehari-hari, baik dalam kehidupan pribadi maupun sosial kemasyarakatan.
Anak usia dini diberi bekal tentang pendidikan agama Islam karena    pendidikan agama Islam adalah “usaha sadar yang dilakukan orang dewasa terhadap anak didik menuju tercapainya manusia beragama (manusia yang bertaqwa kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa)”. (Amin, 1992:4).
Memang pada dasarnya pendidikan agama Islam ditanamkan bagi anak-anak sejak usia kecil atau usia dini sampai ketika besar nantik agar anak tersebut dapat mengetahui tentang ajaran-ajaran Islam.
Karena itulah di tengah zaman globalisasi ini di mana informasi-informasi negatif dari barat yang mempengaruhi anak-anak yang hendak menjauhkan kita dari Islam tiada henti-hentinya membanjiri Anak-anak TK, karena itu untuk mengajak generasi Islami anak usia dini diarahkan anak-anak kita menjadi generasi yang sholeh yang akan mengembalikan kejayaan Islam dan yang akan menolong kedua orang tuanya ketika sudah meninggal dunia.
Sebagaimana disabdakan oleh Rasullulah SAW yang berbunyi:

Artinya: Dari Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah s.aw. bersabda:“Apabila anak Adam (manusia) itu meninggal dunia maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga perkara yaitu: Shodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak yang sholeh yang mendo’akannya”. (HR.Muslim). (Shabir,1981:281).

Atas dasar inilah Taman Kanak-kanak Attaraqqie dikembangkan dengan maksud untuk merebut fitroh anak sebelum dikotori oleh informasi-informasi negatif dari barat yang hendak menjauhkannya dari Islam. Sebab informasi-informasi dari barat itu dapat sedikit demi sedikit mempengaruhi anak usia dini khususnya di TK, sebagai contoh film-film dari budaya barat yang tidak pantas dilihat anak kecil, memang pada kenyataannya memang banyaknya film-film dari barat yang terdapat di televisi di zaman sekarang ini. Karena itulah sebagai orang tua dapat memberikan bimbingan dan mendampinginnya bagi anak-anaknya ketika menonton televisi dan bagi guru dapat memberikan pembelajaran pendidikan agama Islam pada anak usia dini dengan ajaran-ajaran yang bernuansa Islami agar anak usia dini dapat mengetahui ajaran Islam secara baik dan benar.

1 komentar: